don't worry to be happy

don't worry to be happy
don't worry to be happy

Monday, September 22, 2014

Hilang

angin meniup hembus
menampar sepi pemilik ayu
pagi yang seakan berkabus
terus hilang dibaluti sepi perindu
dingin
dingin tapi ingin diulang
sesal tersadai dipadang lalang
berlalu yang dulu mengarah tuk' pulang
datang kembali lagi tapi bukan merayu sayang
bersama walimah datang mengundang
ketuk pada nama terukir
sentuh pada hati terzahir
ikatan tanpa tanda terbiar usang
dan hilang
hilangnya bukan pada indera
tapi pada jiwa yang cedera
hilang pujangga bukan mencari cinta
tapi waktu tak kunjung tiba
hilang puteri bukan menanti tengku mahkota
tapi janji tetap kekal setia
hilang idea bukan lagi pengarang cerita
tapi penulis warkah derita
hilang lagu bukan kerana lirik bermantera
tapi kosong jiwa yang lara
hilang lagi diulang beribu kali
tapi yang hilang ini
biar ditatapi
biarkan
teruskan terbiar salah
biarkan rasa mengalah
angan yang musnah
bukan kerana tak rebah
tapi
tidak selamanya luka itu berdarah
bernanah
biar hilang itu pergi
datangnya mengundang mimpi semalam
angan bersama dihenjut tangan wali mengenggam 
lafaz satu nafas 
seakan terjadi semalam
tanggung dibebanan akhlakmu 
aku khatam
merungkai tirai kamar 
terdengar satu suara beri salam
sahut waktu lamar
sabar dulu diam-diam
bimbang pada kamar
ada mata dalam kelam
hitam
lalu diterjaga lena mencelik
dikejut sang belang meradang
sumbang nyanyi musik tanpa tapis dalam lirik
cenderung mengundang hati berkarang 
dan hilang
hidup hirup lagi memang tadi mimpi siang
didepan si lalang sudah tersenyum 
ditertawa dalam umum
dan hilang
lalu tiba -tiba sepi
dua kelopak kembali bercantum

"sudah sampai masa kenyataan dicerita kisah duka lara kecewa gembira tertawa hiba" 



No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...